• 0274 617885
  • keperawatan@poltekkesjogja.ac.id

Monthly ArchiveJuly 2017

LAPORAN KEGIATAN BENCHMARKING GOES TO MALAYSIA SINGAPURA

  1. Latar Belakang

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kini sistem pelayanan anestesipun dikembangkan sedemikian rupa mulai dari standar operasional, sarana prasarana, kompetensi perawat anestesi ditingkatkan sehingga patient safety dinomor satukan. Begitu juga dengan sistem pembelajaran di perguruan tinggi, kurikulum keperawatan anestesi dikembangkan untuk memajukan mutu sumber daya manusia. Perkembangan anestesi sendiri telah lebih dahulu berkembang di Negara Singapura dan Malaysia sehingga anestesi sudah lebih maju, sesuai dengan standar internasional dan dapat dijadikan contoh maupun gambaran mengenai penatalaksanaan anestesi negara luar.

Proses belajar mengajar mengenai anestesi yang telah disampaikan dosen lebih banyak secara tekstual, akan lebih efektif dengan melihat langsung objek-objek yang berkaitan dengan bahan pengajaran. Sementara tujuan pembelajaran sendiri selain memberi pemahaman dan keterampilan juga menanamkan pengalaman yang dapat dijadikan dasar pemikiran serta perilaku baik dimasa sekarang maupun yang akan datang bagi mahasiswa.

Untuk mewujudkan itu semua, salah satu program Prodi D-IV Keperawatan adalah kegiatan Studi Banding di Malaysia dan Singapura.

 

  1. Tujuan
  2. Tujuan Umum

Menambah wawasan dan pengalaman mahasiswa mengenai penatalaksanaan anestesi di Rumah Sakit luar negeri khususnya Rumah Sakit di Malaysia dan Singapura

 

  1. Tujuan Khusus
  • Mengetahui sistem pelayanan anestesiologi di Hospital National University of Singapore dan Hospital of Kuala Lumpur
  • Mengetahui organisasi profesi keperawatan anestesi di Hospital National University of Singapore dan Hospital of Kuala Lumpur
  • Mengetahui perkembangan teknologi mesin anestesi di Hospital National University of Singapore dan Hospital of Kuala Lumpur
  • Mengetahui standar operasional prosedur anestesi di Hospital National University of Singapore dan Hospital of Kuala Lumpur Mengetahui sarana dan prasarana yang mendukung pelayanan anestesi di Hospital National University of Singapore dan Hospital of Kuala Lumpur

 

  1. Nama kegiatan

Studi Banding D-IV Keperawatan di Rumah Sakit Malaysia-Singapura (Meliputi Murni International College, Pusat Perubatan Universiti Kebangsaan Malaysia, National University of  Singapore dan Kedutaan Besar Indonesia untuk Kuala Lumpur)

 

  1. Pelaksanaan Kegiatan

Hari                      : Selasa – Minggu

Tanggal                : 25 – 30 Juli 2017

 

LAPORAN KEGIATAN BENCHMARKING MALAYSIA-SINGAPURA

KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA (KBRI)

KUALA LUMPUR MALAYSIA

 

  1. Waktu Kunjungan

Jumat, 28 Juli 2017 pukul 10.00-11.30 waktu malaysia.

 

  1. Hasil Kunjungan

Kunjungan disambut oleh Bapak Andreano Erwin perwakilan dari KBRI Kuala Lumpur karena Kedubes RI sedang tugas di London. Kegiatan kunjungan dimulai dengan sambutan Bapak Tri Prabowo, S.Kp., M.Sc sebagai Ketua Jurusan Keperawatan kemudian pengantar singkat dari Bapak Andreano sebagai atase pendidikan KBRI Kuala Lumpur dilanjutkan diskusi tanya-jawab dengan mahasiswa, penyerahan oleh-oleh dan foto bersama.

Tiga fungsi utama KBRI di Kuala Lumpur yaitu Pelayanan, Perlindungan, Pelayanan Pendidikan dan Kebudayaan. KBRI Kuala Lumpur merupakan salah satu KBRI tersibuk di dunia karena semua fungsi ada di sini. Tiga fungsi utama tersebut didukung oleh atase-atase teknis antara lain atase pendidikan, atase imgrasi, atase pertahanan, atase polisi, atase perhubungan, atase perdagangan, atase hukum dan HAM, atase tenaga kerja dan atase riset.

Terkait pendidikan, kurikulum pedidikan di Malaysia sedikit berbeda dengan di Indonesia. Sistem pendidikan di Malaysia lebih singkat, S1 di Malaysia ditempuh dalam waktu 3 tahun dan tidak ada sistem tinggal kelas selama bersekolah. Pendidikan dasar ditempuh selama 6 tahun, SMP selama 3 tahun, SMA 2 tahun. Dari segi waktu memang lebih menghemat waktu, namun bila akan masuk university  harus matrikulasi selama 1 tahun, bila lulus akan mendapatkan beasiswa, bila tidak lulus selamanya akan tamat SMA saja. Terkait pendidikan kesehatan di Malaysia, Malaysia lebih unggul dari Indonesia dibuktikan dengan banyak warga negara Indonesia yang datang ke Malaysia untuk berobat. Dari segi pelayanan di Malaysia lebih unggul dari Indonesia seperti bila ada pasien ingin berobat di layani dengan baik sejak datang dari bandara, disiapkan penginapan untuk keluarga sehingga pasien merasa nyaman. Kampus-kampus di Malaysia juga lebih unggul dari Indonesia. Dibuktikan dengan ranking pendidikan kesehatan di Indonesia pada urutan 400an sedang Malaysia 200an. Jumlah mahasiswa asing yang menuntut ilmu di Malaysia lebih banyak daripada Indonesia. Di Malaysia sejumlah mahasiswa yang melakukan penelitian difasilitasi dengan baik sehingga dapat menghasilkan jurnal-jurnal yang berkualitas dunia dan meningkatkan ranking pedidikan dunia.  Bila di Indonesia masih terkendala bahasa, di Malaysia bahasa inggris sudah sebagai pengantar sehingga lebih mudah melakukan penelitian. Studi S1 di Malaysia tidak melakukan penelitian seperti di Indonesia tapi mereka di magangkan 4 bulan ketika semester 7 di industri-industri di Malaysia kemudian membuat laporan sampai wisuda. Kelebihannya ketika kuliah mereka sudah siap kerja, sudah mempunyai pengalaman sehingga SDM sudah siap.

Terdapat pertukaran beasiswa yang dinamakan darmasiswa untuk orang-orang Malaysia yang kuliah di Indonesia khususnya bagi mereka yang ingin belajar sosial dan budaya Indonesia dan jumlahya terbatas dari pemerintah Indonesia. Ada juga beberapa beasiswa untuk  warna negara Indonesia untuk belajar di beberapa universitas di Malaysia dengan syarat sudah pernah kuliah di Malaysia dengan sistem pendaftaran online. Ada juga beasiswa unggulan yang ditawarkan oleh KBRI namun juga harus kuliah di Malaysia dulu berupa uang kuliah saja karena biaya hidup di Malaysia tergolong terjangkau, harga-harga dikonrol oleh pemerintah disamaratakan.

Sistem pendidikan berbeda di Indonesia dan Malaysia, yaitu adanya sistem matrikulasi. Matrikulasi ini hanya berlaku bagi warga negara Malaysia, sehingga bagi warga negara Indonesia yang ingin kuliah di Malaysia tidak memerlukan matrikulasi. Sedikit berbeda, pada fakultas hukum dan kedokteran tidak menerima mahasiswa asing dan tidak ada matrikulasi.

Pada fungsi Pelayanan Pendidikan dan Kebudayaan yang ditangani mulai tingkat sekolah formal (ada 3 sekolah di Malaysia) sampai 16 Community Learning Center (CLC). Anak-anak TKI dapat menempuh pendidikan di lembaga pendidikan tersebut. Setelah tamat SMP ada beasiswa untuk menempuh SMA di Tangerang yang ditawarkan pemerintah Indonesia namun bila mereka di blacklist 5 tahun untuk kembali ke Malaysia karena dianggap illegal. Sehingga sebagian besar orang tua memikirkan kembali untuk anaknya menerima beasiswa tersebut.

Sistem hukum berbeda di Indonesia dan Malaysia, pada umumnya sistem hukum yang dianut sama dengan negara penjajah, seperti Malaysia yang dijajah British kiblat hukumnya mengikuti Inggris. Negara Malaysia termasuk dalam negara persemakmuran British Raya sehingga ketika ada kesulitan ekonomi akan dibantu oleh negara persemakmuran yang lain, berbeda dengan Indonesia yang tidak ikut negara persemakmuran sehingga tidak mendapat bantuan ekonomi inilah kenapa yang menjadikan perekonomian Malaysia lebih stabil. Sumber hukum Malaysia lebih ke yurispudensi tidak seperti Indonesia yang melalui Undang-Undang. Sistem politik Malaysia adalah monarkhi berparlemen, jadi ada 13 negara bagian di Malaysia, ada 9 negara yang memiliki Raja. Sembilan raja ini di putar bergilir setiap 5 tahun sekali menjadi kepala negara yang disebut Raja Agung. Berparlemen maksudnya setiap partai pemenang pemilu dia akan dilantik sebagai Perdana Mentri sebagai Kepala Pemerintahan. Untuk negara yang tidak mempunyai Raja ada yang namanya Ketua Mentri untuk memerintah negara tersebut.

  

  1. Dokumentasi Kunjungan

 


 

 

Berita Duka Cita