• 0274 617885
  • keperawatan@poltekkesjogja.ac.id

Sejarah Jurusan Keperawatan

Sejarah Jurusan Keperawatan

Sebelum tahun 1983 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah berdiri dan terselenggara Pendidikan Tenaga Kesehatan Jenjang Pendidikan Menengah (JPM), yaitu Sekolah Pengatur Rawat Gigi (SPRG), Sekolah Perawat Kesehatan (SPK), dan Sekolah Menengah Analis Kesehatan (SMAK) yang merupakan pendidikan kedinasan di bawah Departemen Kesehatan RI.

Berdasarkan SK Kanwil Kesehatan DIY No. 136/KEP/DIKLAT/KES/1981 tanggal 24 September 1981 diselenggarakanlah Program Cepat (Crash Program) Pembantu ParamedisProgram Cepat Pembantu Paramedis 2 angkatan yaitu tahun 1982 dan 1983 untuk memenuhi target kecukupan tenaga perawat.Seiring dengan kebijakan Departemen Kesehatan RI untuk meningkatkan pendidikan tenaga kesehatan dari jenjang menengah ke jenjang Akademi atau Diploma III, maka tahun 1983 di Yogyakarta didirikan Akademi Keperawatan (AKPER). Dalam perkembangan selanjutnya, diterbitkan SK Menkes RI No. 26/KEP/DIKNAKES/III/1998 tanggal 26 Maret 1988 tentang Penunjukan Akademi Perawatan Departemen Kesehatan RI Yogyakarta untuk Menyelenggarakan Program Pendidikan Diploma III Bidang Keperawatan.

Sesuai dengan program pemerintah untuk meningkatkan tingkat pendidikan perawat maka dibukalah Kelas Khusus dari SPK. Program yang dibuka antara lain kelas khusus RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, kelas PPNI Sleman, Kelas PPNI Gunung Kidul dan Kelas PPNI DIY. Program tersebut diselenggarakan berdasarkan SKB Mendikbud dan Menkes No. 017a/U/1998 atau No. 108/MENKES/SKB/II/1998 tanggal 3 Februari 1998 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Program Diploma di Bidang Kesehatan yang Diselenggarakan oleh Masyarakat.

Pada tahun 1992 Jenjang Pendidikan Menengah (JPM) yang telah ada, dikonversi menjadi akademi sebagai berikut: Sekolah Pengatur Rawat Gigi (SPRG), menjadi Akademi Kesehatan Gigi (AKG); Sekolah Perawat Kesehatan (SPK), menjadi Akademi Kebidanan (AKBID) Mangkuyudan; dan Sekolah Menengah Analis Kesehatan (SMAK), menjadi Akademi Analis Kesehatan (AAK). Setelah ada konversi ini maka di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat 6 (enam) akademi kesehatan milik Departemen Kesehatan RI, yaitu: AAK, AKZI, AKBID, AKPER, AKG, AKL.

Pada tahun 2001, seiring dengan kebijakan pemerintah tentang “perampingan organisasi”, maka melalui SK Menkes-Kessos No.298/Menkes-Kessos/SK/IV/2001, keenam akademi kesehatan tersebut dilebur menjadi satu dalam bentuk Politeknik Kesehatan (Poltekkes) dengan nama Poltekkes Departemen Kesehatan (Depkes) Yogyakarta. Kedudukan akademi tersebut di dalam Poltekkes menjadi jurusan, sehingga Poltekkes Depkes Yogyakarta terdiri dari 6 (enam) jurusan, yaitu: (1) Jurusan Analis Kesehatan; (2) Jurusan Gizi; (3) JurusanKebidanan; (4) Jurusan Keperawatan; (5) Jurusan Kesehatan Gigi; dan (6) Jurusan Kesehatan Lingkungan.

Poltekkes mempunyai kewenangan menyelenggarakan pendidikan tenaga kesehatan jenjang Diploma I hingga jenjang Diploma IV, namun sebelumnya (saat berstatus akademi) hanya mempunyai kewenangan menyelenggarakan pendidikan jenjang Diploma I hingga Diploma III.Untuk Prodi D-III Keperawatan, terdapat program Kelas Reguler dan Kelas Swadana (mahasiswanya lulusan SMA), serta Program Khusus (mahasiswanya adalah pegawai dengan latar belakang pendidikan Jenjang Pendidikan Menengah Kesehatan sejalur), dalam rangka membantu pemerintah daerah di era otonomi daerah. Pada tahun 2008 Poltekkes Kemenkes Yogyakarta berhasil melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat, untuk mendidik putra-putri Daerah Sorong Selatan pada 6 (enam) jurusan, salahsatunya adalah Jurusan Keperawatan. Lulusannya selanjutnya diangkat menjadi tenaga kesehatan daerah yang bertugas di kecamatan/distrik asal mereka masing-masing sehingga bertahan lama di daerah tersebut. Selanjutnya tahun 2013, dibuka kelas kerjasama dengan Kabupaten Malinau.

Dalam rangka optimalisasi pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, selain Prodi D-III di atas, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta telah  menyelenggarakan Prodi D-IV secara bertahap sebagai berikut:

  1. Tahun 2007 dibukalah Prodi D-IV Keperawatan Gawat Darurat (KGD) dan Prodi D-IV Keperawatan Medikal Bedah (KMB). Dasar hukum penyelenggaraan Prodi D-IV KGD adalah SK Menkes RI No. OT.01.01.1.4.2.01966.1 tentang Pembentukan Program Diploma IV Keperawatan Gawat Darurat (KGD) pada Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Departemen Kesehatan Yogyakarta.
  2. Tahun 2007 dibuka Prodi D-IV KMB berdasarkan SK Menkes RI No. OT.01.01.1.4.2.01965.1 tentang Pembentukan Program Diploma IV Keperawatan Medikal Bedah (KMB) pada Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Departemen Kesehatan Yogyakarta.
  3. Tahun 2008 berhasil dibuka Prodi D-IV Keperawatan Anestesi-Reanimasi berdasarkan SK Menkes RI No. OT.01.01.1.4.2.00636.I tanggal 6 Februari 2008 tentang Pembentukan Program Diploma IV Keperawatan Anestesi Reanimasi pada Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Departemen Kesehatan Yogyakarta.
  4. Tahun 2009 berhasil dibuka Prodi D-IV Keperawatan Anak berdasarkan SK Menkes RI No. HK.03.05/I/II/4/2127.2/2010 tanggal 8 April 2010 tentang Pembentukan Prodi IV Keperawatan Peminatan Keperawatan Anak pada Jurusan Keperawatan Peltekkes Depkes Yogyakarta.
  5. Tahun 2010, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta diberi tugas mendidik mahasiswa tugas belajar dengan dana dari Pusat Perencanaan dan Penggunaan (Pusrengun) SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, yang mahasiswanya berasal dari seluruh wilayah Indonesia, yaitu: 40 orang pada Prodi D-IV Kesehatan Lingkungan Minat Epidemiologi Kesehatan, 30 orang pada Prodi D-IV Analis Kesehatan, 40 orang pada Prodi D-IV Keperawatan Anestesi Reanimasi, dan 30 orang pada Prodi D-IV Keperawatan Anak.